Maksud
dan tujuan dari belajar geoteknik untuk para ahli tambang adalah memberikan
pengetahuan teori dan praktek bagi tenaga di bidang pertambangan baik dari perencana
maupun pelaksana bahwa kondisi geoteknik akan mampu mengubah desain dan jadwal
penambangan yang ditargetkan. Dengan demikian, pelaksana langsung di lapangan
dapat memberikan informasi yang akurat kepada perencana setiap adanya perubahan
geoteknik yang dapat mempengaruhi penambangan.
Materi
Geoteknik Untuk Ahli Tambang, antara lain :
Interpretasi
peta geologi, photo udara dan citra ke arti geoteknik regionaL,
Pengumpulan
data struktur dari lubang bor, singkapan dan tambang bawah tanah dan
penyajiannya secara streografis dan perhitungan faktor keamanan secara
stereografis
Aplikasi
metode geofisika untuk geoteknik.
Pengambilan
data lapangan untuk klasifikasi batuan dan keperluan sampling
Hidrogeologi
yang meliputi cara sampling untuk mendapatkan parameter yang
Diperlukan, desain sumur, serta pemilihan peralatan yang tepat
Klasifikasi
batuan dan pemakaiannya untuk desain.
Peraturan
keselamatan dan kesehatan kerja tambang terbuka.
Kestabilan
lereng
Analisa
lereng dengan cara nonkonvensional
Penguatan
untuk tambang terbuka.
Geoteknik1
Geoteknik adalah
suatu bagian dari cabang ilmu Teknik Sipil.
Didalamnya mempelajari antara lain
tentang:
Stuktur
Bawah Tanah
Mekanika
Tanah1
1artikel
ini pernah dituliskan juga di Wikipedia Indonesia:
Mekanika Tanah oleh
130.83.21.53 / 130.83.21.56 / cah_bodo / geoteknik.wordpress.com
Mekanika
Tanah adalah bagian dari Geoteknik yang
merupakan salah satu cabang dari ilmu Teknik Sipil, dalam Bahasa Inggris
mekanika tanah berarti soil mechanics atau soil
engineering dan Bodenmechanik dalam Bahasa Jerman.
Istilah
mekanika tanah diberikan oleh Karl von
Terzaghi pada tahun 1925 melalui bukunya “Erdbaumechanik auf
bodenphysikalicher Grundlage” (Mekanika Tanah berdasar pada Sifat-Sifat
Dasar Fisik Tanah), yang membahas prinsip-prinsip dasar dari ilmu mekanika
tanah modern, dan menjadi dasar studi-studi lanjutan ilmu ini, sehingga
Terzaghi disebut sebagai “Bapak Mekanika Tanah”.
Definisi
Tanah
Tanah
didefinisikan sebagai material yang terdiri dari:
Agregat
(butiran) mineral-mineral padat yang tidak terikat secara kimia satu sama lain: Zat
Cair.
Gas
yang mengisi ruang-ruang kosong diantara butiran mineral-mineral padat
tersebut.
Tanah
berguna sebagai pendukung pondasi bangunan dan juga tentunya sebagai bahan
bangunan itu sendiri
(contoh: batu bata)
Percobaan
Ilmu ini mempelajari sifat-sifat tanah melalui serangkaian percobaan laboratorium dan percobaan di lapangan.
Ilmu ini mempelajari sifat-sifat tanah melalui serangkaian percobaan laboratorium dan percobaan di lapangan.
Percobaan
di Lapangan
Sondir
Bor
Uji
Tekan Pelat
Uji
Kekuatan Geser Tanah
di lapangan, dengan menggunakan Uji Baling-Baling
Percobaan
di laboratorium
Distribusi
Butiran Tanah, untuk tanah berbutir besar digunakan Uji Ayak
(eng: Sieve Analysis, de: Siebanalyse), untuk tanah berbutir
halus digunakan Uji Hidrometer (eng: Hydrometer,
de: Aräometer /Sedimentationsanalyse).
Berat Jenis
Tanah (eng: Specific Grafity, de: Wichte)
Kerapatan
Tanah (eng: Bulk Density, de: Dichte) dengan menggunakan Piknometer.
Kadar
Air, Angka Pori dan Kejenuhan Tanah (eng: Water Content, Pore Ratio and
Saturation Ratio; de: Wassergehalt, Hohlraumgehalt, Sättigungszahl)
Permeabilitas
(eng: Permeability, de: Wasserdurchlässigkeit)
Plastisitas
Tanah, dengan menggunakan Atterberg Limit Test untuk mencari:
– Batas Cair dan Plastis,
– Batas Plastis dan Semi Padat,
– Batas Semi Padat dan Padat
(eng: Liquid Limit, Plastic Limit, Shrinkage Limit;
de: Zustandgrenzen und Konsistenzgrenzen)
– Batas Cair dan Plastis,
– Batas Plastis dan Semi Padat,
– Batas Semi Padat dan Padat
(eng: Liquid Limit, Plastic Limit, Shrinkage Limit;
de: Zustandgrenzen und Konsistenzgrenzen)
Konsolidasi
(eng: Consolidation Test, de: Konsolidationversuch)
Uji
Kekuatan Geser Tanah, di laboratorium terdapat tiga percobaan untuk menentukan
kekuatan geser tanah, yaitu:
– Percobaan Geser Langsung (eng: Direct Shear Test, de:Direktscherversuch),
– Uji Pembebanan Satu Arah (eng: Unconvined Test, de:Einaxialversuch) dan
– Uji Pembebanan Tiga Arah (eng & de: Triaxial)
– Percobaan Geser Langsung (eng: Direct Shear Test, de:Direktscherversuch),
– Uji Pembebanan Satu Arah (eng: Unconvined Test, de:Einaxialversuch) dan
– Uji Pembebanan Tiga Arah (eng & de: Triaxial)
Uji
Kemampatan dengan menggunakan Uji Proctor
Penggunaan
Ilmu
Pada kelanjutannya, ilmu ini digunakan untuk:
Pada kelanjutannya, ilmu ini digunakan untuk:
Perencanaan
pondasi
Perencanaan
perkerasan lapisan dasar jalan (pavement design)
Perencanaan
struktur di bawah tanah (terowongan, basement) dan dinding penahan tanah)
Perencanaan
galian
Perencanaan
bendungan
No comments :
Post a Comment