LOGAM ALKALI TANAH
Unsur-unsur golongan IIA disebut juga alkali tanah sebab unsur-unsur
tersebut bersifat basa dan banyak ditemukan dalam mineral tanah. Logam alkali
tanah umumnya reaktif, tetapi kurang reaktif jika dibandingkan dengan logam
alkali.
Unsur-unsur Golongan 2 Alkali Tanah Logam:
·
KONFIGURASI ELEKTRON
Berelium (Be) = 1s2 2s2
Magnesium (Mg) = 1s2 2s2 2p6 3s2
Kalsium (Ca) = 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s2
Stronsium (Sr) = 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s2 3d10 4p6
5s2
Barium (Ba) = 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s2 3d10
4p6 5s2 4d10 5p6 6s2
Golongan alkali tanah elemennya semua adalah logam yang
mengilap, warna putih keperakan.
Logam alkali tanah yang tinggi dalam rangkaian reaktivitas
logam, tapi tidak setinggi logam alkali golongan 1A.
KEJADIAN DAN EKSTRASI
Unsur-unsur ini semuanya ditemukan di kerak bumi, tetapi
tidak dalam bentuk elemen mereka begitu reaktif. Sebaliknya, mereka
didistribusikan secara luas dalam struktur batuan. Mineral utama yang ditemukan
adalah magnesium carnellite, magnesite dan dolomit. Kalsium dapat ditemukan di
kapur, batu kapur, gipsum dan anhydrite. Magnesium adalah kedelapan unsur
paling berlimpah di kerak bumi, dan kalsium adalah kelima.
Unsur dalam magnesium Grup ini hanya diproduksi dalam skala
besar. Hal ini diekstrak dari air laut dengan penambahan kalsium hidroksida,
yang mengendap keluar kurang larut magnesium hidroksida. Hidroksida ini
kemudian dikonversi ke klorida, yang electrolysed dalam sel Downs
untuk mengekstrak logam magnesium.
SIFAT FISIK
1.
Lebih keras dan padat dibandingkan
natrium dan kalium
2.
Memiliki titik leleh yang lebih
tinggi. Disebabkan oleh kehadiran dua valensi elektron pada setiap atom, yang
mengarah pada ikatan logam yang lebih kuat daripada terjadi di golongan 1A.
3.
Tiga elemen ini memberikan
karakteristik warna ketika dipanaskan dalam api:
Putih cemerlang : Mg
Merah bata : Ca
Merah : Sr
Hijau : Ba
4.
Jari-jari atom dan ion semakin besar (dari atas ke bawah). Jari-jari ion jauh lebih kecil daripada jari-jari atom. Hal ini
karena atom mengandung dua elektron dalam tingkat s relatif jauh dari nukleus,
dan inilah elektron yang dikeluarkan untuk membentuk ion. Sisa elektron dengan
demikian dalam tingkat lebih dekat ke inti, dan di samping meningkatnya biaya
nuklir efektif menarik elektron menuju inti dan mengurangi ukuran ion.
SIFAT KIMIA
Sifat-sifat kimia unsur-unsur Kelompok 2 didominasi oleh
mengurangi tenaga yang kuat dari logam. Unsur-unsur menjadi semakin turun
elektropositif di golongan
.
Begitu dimulai, reaksi dengan oksigen dan klorin yang kuat:
2mg (s) + O2 (g) ® 2MgO (s)
Ca (s) + Cl2 (g) ® CaCl2 (s)
Semua logam kecuali berilium membentuk oksida di udara pada
suhu kamar yang menumpulkan permukaan logam. Barium begitu reaktif akan disimpan
dalam minyak.
Semua logam kecuali berilium mengurangi air dan asam encer
hidrogen:
Mg (s) + 2H + (aq) ® Mg (aq) + H2 (g)
Magnesium bereaksi hanya perlahan-lahan dengan air kecuali
air mendidih, tetapi kalsium bereaksi cepat bahkan pada suhu kamar, dan
membentuk suspensi putih berawan hemat larut kalsium hidroksida.
Kalsium, strontium dan barium dapat mengurangi gas hidrogen
ketika dipanaskan, membentuk hidrida:
Ca (s) + H2 (g) ® CaH2 (s)
Logam panas juga cukup kuat reduktor untuk mengurangi gas
nitrogen dan membentuk nitrida:
3mg (s) + N2 (g) ® Mg3N2 (s)
Magnesium dapat mengurangi, dan terbakar
karbon dioksida:
2mg (s) + CO2 (g) ® 2MgO (s) + C (s)
Ini berarti bahwa kebakaran magnesium tidak dapat
dipadamkan dengan menggunakan alat pemadam kebakaran karbon dioksida.
OKSIDA
Oksida logam alkali tanah memiliki MO rumus umum dan
mendasar. Mereka biasanya disiapkan dengan
memanaskan hidroksida atau karbonat untuk melepaskan gas karbon
dioksida. Mereka memiliki entalpi kisi tinggi dan titik leleh. Peroksida, MO2,
dikenal untuk semua elemen ini kecuali berilium, sebagai Be2 + kation terlalu
kecil untuk menampung anion peroksida.
HIDROKSIDA
Kalsium, strontium dan barium oksida bereaksi dengan air
untuk membentuk hidroksida:
CaO (s) + H2O (l) ® Ca (OH) 2 (s)
Kalsium hidroksida dikenal sebagai kapur mati. Hal ini
larut dalam air dan larutan alkali ringan yang dihasilkan dikenal sebagai air
kapur yang digunakan untuk menguji gas asam karbon dioksida.
HALIDA
Semua golongan 2
halida biasanya ditemukan dalam bentuk terhidrasi, kecuali ion berilium
klorida. Kalsium klorida anhidrat memiliki afinitas yang kuat seperti air itu
digunakan sebagai agen pengeringan.
IONISASI OKSIDASI SERIKAT DAN ENERGI
Dalam semua senyawa logam ini memiliki jumlah oksidasi 2
dan, dengan sedikit pengecualian, mereka adalah senyawa ionik. Alasan untuk ini
dapat dilihat dengan pemeriksaan konfigurasi elektron, yang selalu memiliki dua
elektron pada tingkat kuantum luar. Elektron ini relatif mudah untuk menghapus,
tetapi menghilangkan elektron yang ketiga jauh lebih sulit, karena dekat dengan
nukleus dan dengan penuh kulit kuantum. Hal ini menyebabkan pembentukan M2 +.
Energi ionisasi mencerminkan susunan elektron ini. Dua yang pertama energi
ionisasi yang relatif rendah, dan yang ketiga sangat jauh lebih tinggi.
Elemen – elemen logam alkali tanah
ditemukan dalam kelompok kedua tabel periodik. Semua unsur alkali
tanah memiliki jumlah oksidasi +2, membuat mereka sangat reaktif. Karena
reaktivitas, logam yang bersifat basa tidak ditemukan bebas di alam.
KONFIGURASI LOGAM ALKALI TANAH :
* Berilium (Be) :
1s2 2s2
* Magnesium (Mg) :
1s2 2s2 2p6 3s2
* Kalsium (Ca) :
1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s2
* Strontium (Sr) :
1s2 2s2 2p6
3s2 3p6 4s2 3d10 4p6 5s2
* Barium (Ba) :
1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s2 3d10
4p6 5s2 4d10 5p6 6s2
* Radium (Ra) :
1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s2 3d10
4p6 5s2 4d10 5p6 6s2 4f14 5d10 6p6
7s2
INFORMASI UMUM
1.
Nama : BERILIUM
Simbol : Be
Atom Nomor : 4
Massa Atom : 9.012182
amu
Titik leleh : 1278,0 ° C (1551,15 K, 2332,4 ° F)
Titik didih : 2970,0 ° C (3243,15 K, 5378,0 ° F)
Jumlah Proton / Elektron: 4
Jumlah Neutron: 5
Klasifikasi : Alkali Tanah
Struktur Kristal: Hexagonal
Massa jenis @
293 K: 1,8477 g/cm3
Warna : abu
Struktur atom
[Bohr Model of Berilium]
Jumlah Tingkat Energi: 2
Energi Tingkat Pertama: 2
Kedua Energi Level: 2
Fakta
Tanggal Penemuan : 1798
Penemu : Fredrich Wohler
Nama Asal : Dari mineral beryl
Penggunaan : pesawat ruang angkasa,
peluru kendali, pesawat
Diperoleh Dari : beryl, chrysoberyl
2.
Nama : MAGNESIUM
Simbol : Mg
Atom Nomor : 12
Massa Atom : 24,305
amu
Titikleleh : 650,0 ° C (923,15 K, 1202,0 ° F)
Titik didih : 1107,0 ° C (1380,15 K, 2024,6 ° F)
Jumlah Proton / Elektron: 12
Jumlah Neutron:12
Klasifikasi : Alkali Tanah
Struktur kristal: Hexagonal
Massa jenis @
293 K: 1,738 g/cm3
Warna : keabu-abuan
Struktur atom
[Bohr Model of Magnesium]
Jumlah Tingkat Energi: 3
Energi Tingkat Pertama :
2
Kedua Energi Level : 8
Ketiga Energi Level : 2
Fakta
Tanggal Penemuan :
1808
Penemu : Sir
Humphrey Davy
Nama Asal : Magnesia (Kota)
Penggunaan : pesawat,
rudal
Diperoleh dari : air laut
3.
Nama : KALSIUM
Simbol : Ca
Atom Nomor : 20
Massa Atom : 40,078 amu
Titik Leleh : 839,0 ° C (1112,15 K,
1542,2 ° F)
Titik didih : 1484,0 ° C (1757,15 K,
2703,2 ° F)
Jumlah Proton / Elektron: 20
Jumlah Neutron: 20
Klasifikasi : Alkali Tanah
Struktur Kristal: Kubus
Massa jenis @ 293 K: 1.55 g/cm3
Warna : Silver
Struktur atom
[Bohr Model of Calcium]
Jumlah Tingkat Energi: 4
Energi Tingkat Pertama: 2
Kedua Energi Level: 8
Ketiga Energi Level: 8
Keempat Energi Level: 2
Fakta
Tanggal penemuan :
1808
Penemu : Sir
Humphrey Davy
Nama Asal : Dari kata
latin calcis (jeruk nipis)
Penggunaan : bentuk-bentuk
kehidupan untuk tulang dan kerang
Diperoleh Dari : kapur, batu gamping,
marmer. 3,5% dari kerak
4.
Nama : STRONTIUM
Simbol : Sr
Atom Nomor : 38
Massa Atom : 87,62 amu
Titik leleh : 769,0 ° C (1042,15 K,
1416,2 ° F)
Titik didih : 1384,0 ° C (1657,15 K,
2523,2 ° F)
Jumlah Proton / Elektron: 38
Jumlah Neutron: 50
Klasifikasi : Alkali Tanah
Struktur Kristal: Kubus
Massa jenis @ 293 K: 2.54 g/cm3
Warna : kuning
Struktur atom
[Bohr Model of Strontium]
Jumlah Tingkat Energi: 5
Energi Tingkat Pertama: 2
Kedua Energi Level : 8
Ketiga Energi Level : 18
Keempat Energi Level: 8
Kelima Energi Level : 2
Fakta
Tanggal penemuan :
1790
Penemu : A. Crawford
Nama Asal : Setelah
Strotian (kota
Skotlandia)
Penggunaan : suar, kembang
api, warna merah
Diperoleh Dari : celestite, strontianite
5.
Nama : BARIUM
Simbol : Ba
Atom Nomor : 56
Massa Atom : 137,327 amu
Titik leleh : 725,0 ° C (998,15 K,
1337,0 ° F)
Titik didih : 1140,0 ° C (1413,15 K,
2084,0 ° F)
Jumlah Proton / Elektron: 56
Jumlah Neutron: 81
Klasifikasi : Alkali Tanah
Struktur Kristal: Kubus
Massa jenis@ 293 K: 3,51 g/cm3
Warna : Silver
Struktur atom
[Bohr Model of barium]
Jumlah Tingkat Energi: 6
Energi Tingkat Pertama: 2
Kedua Energi Level : 8
Ketiga Energi Level : 18
Keempat Energi Level: 18
Kelima Energi Level : 8
Keenam Energi Level : 2
Fakta
Tanggal Discovery :
1808
Penemu : Sir
Humphrey Davy
Nama Asal : Dari kata
Yunani barys (berat)
Penggunaan : Kedokteran
aplikasi, antara lain
Diperoleh Dari : barytine, whiterite
6.
Nama : RADIUM
Simbol : Ra
Atom Nomor : 88
Massa Atom : (226,0) amu
Titik leleh : 700,0 ° C (973,15 K,
1292,0 ° F)
Titik didih : 1737,0 ° C (2010,15 K,
3158,6 ° F)
Jumlah Proton / Elektron: 88
Jumlah Neutron: 138
Klasifikasi : Alkali Tanah
Struktur Kristal: Kubus
Massa jenis @ 293 K: 5.0 g/cm3
Warna : ke perak perakan
Struktur atom
[Bohr Model of Radium]
Jumlah Tingkat Energi: 7
Energi Tingkat Pertama: 2
Kedua Energi Level : 8
Ketiga Energi Level : 18
Keempat Energi Level: 32
Kelima Energi Level : 18
Keenam Energi Level : 8
Ketujuh Energi Level : 2
Fakta
Tanggal Penemuan :
1898
Penemu : Pierre dan Marie Curie
Nama Asal : Dari kata
Latin jari-jari (ray)
Penggunaan : mengobati
kanker
Diperoleh dari : bijih uranium
ALKALI TANAH
1. DEFINISI ALKALI TANAH
Logam
alkali tanah terdiri dari 6 unsur yang terdapat di golongan IIA. Yang termasuk
ke dalam golongan II A yaitu : Berilium (Be), Magnesium (Mg), Calcium (Ca),
Stronsium (Sr), Barium (Ba), dan Radium (Ra). Di sebut logam karena memiliki
sifat-sifat seperti logam. Disebut alkali karena mempunyai sifat alkalin atau
basa jika direaksikan dengan air. Dan istilah tanah karena oksidasinya sukar
larut dalam air, dan banyak ditemukan dalam bebatuan di kerak bumi.
Tiap logam memiliki konfigurasi elektron sama seperti gas
mulia atau golongan VIII A, setelah di tambah 2 elektron pada lapisan kulit S
paling luar. Contohnya konfigurasi elektron pada Magnesium (Mg) yaitu : 1s2 2s2
2p6 3s2 atau (Ne) 3s2. Ikatan yang dimiliki kebanyakan senyawa logam alkali
tanah adalah ikatan ionik. Karena, elektron paling luarnya telah siap untuk di
lepaskan, agar mencapai kestabilan.
Unsur alkali tanah memiliki reaktifitas tinggi, sehingga
tidak ditemukan dalam bentuk monoatomik , unsur ini mudah bereaksi dengan
oksigen, dan logam murni yang ada di udara, membentuk lapisan luar pada
oksigen.
2. SIFAT-SIFAT PERIODIK UNSUR
Jari-Jari Atom adalah jarak dari inti atom sampai ke
elektron di kulit terluar. Besarnya jari-jari atom dipengaruhi oleh besarnya
nomor atom unsur tersebut. Semakin besar nomor atom unsur-unsur segolongan,
semakin banyak pula jumlah kulit elektronnya, sehingga semakin besar pula
jari-jari atomnya. Jadi, dalam satu golongan (dari atas ke bawah), jari-jari
atomnya semakin besar. Dalam satu periode (dari kiri ke kanan), nomor atomnya
bertambah yang berarti semakin bertambahnya muatan inti, sedangkan jumlah kulit
elektronnya tetap. Akibatnya tarikan inti terhadap elektron terluar makin
besar, sehingga menyebabkan semakin kecilnya jari-jari atom.
Jari-Jari Ion. Ion mempunyai jari-jari yang berbeda secara
nyata jika dibandingkan dengan jari-jari atom normalnya. Ion bermuatan positif
(kation) mempunyai jari-jari yang lebih kecil, sedangkan ion bermuatan negatif
(anion) mempunyai jari-jari yang lebih besar jika dibandingkan dengan jari-jari
atom normalnya.
Energi Ionisasi (EI) adalah energi yang diperlukan atom
dalamü untuk melepaskan satu elektron
sehingga membentuk ion bermuatan +1. Jika atom tersebut melepaskan elektronnya
yang ke-2 maka akan diperlukan energi yang lebih besar, begitu juga pada
pelepasan elektron yang ke-3 dan seterusnya. Maka EI 1< EI 2 < EI 3.
Dalam satu golongan (dari atas ke bawah), EI semakin kecil karena jari-jari
atom bertambah sehingga gaya
tarik inti terhadap elektron terluar semakin kecil. Akibatnya elektron terluar
semakin mudah untuk dilepaskan. Dalam satu periode (dari kiri ke kanan), EI
semakin besar karena jari-jari atom semakin kecil sehingga gaya tarik inti terhadap elektron terluar
semakin besar. Akibatnya elektron terluar semakin sulit untuk dilepaskan.
Afinitas Elektron adalah energi yang dilepaskan oleh atom
apabilaü menerima sebuah elektron untuk
membentuk ion negatif. Semakin negatif harga afinitas elektron, semakin mudah
atom tersebut menerima elektron dan unsurnya akan semakin reaktif. Dalam satu
golongan (dari atas ke bawah), harga afinitas elektronnya semakin kecil. Dan
dalam satu periode (dari kiri ke kanan), harga afinitas elektronnya semakin
besar. Unsur golongan utama memiliki afinitas elektron bertanda negatif,
kecuali golongan IIA dan VIIIA. Afinitas elektron terbesar dimiliki oleh
golongan VIIA.
Keelektronegatifan adalah kemampuan suatu unsur untuk
menarikü elektron dalam molekul suatu senyawa.
Harga keelektronegatifan ini diukur dengan menggunakan skala Pauling yang
besarnya antara 0,7 sampai 4. Unsur yang mempunyai harga keelektronegatifan
besar, cenderung menerima elektron dan akan membentuk ion negatif. Sedangkan
unsur yang mempunyai harga keelektronegatifan kecil, cenderung melepaskan
elektron dan akan membentuk ion positif. Dalam satu golongan (dari atas ke
bawah), harga keelektronegatifan semakin kecil. Dan dalam satu periode (dari
kiri ke kanan), harga keelektronegatifan semakin besar.
Sifat Logam dan Non
Logam. Sifat logam berhubungan dengan keelektropositifan, yaitu
kecenderungan atom untuk melepaskan elektron membentuk kation. Sifat logam
bergantung pada besarnya energi ionisasi (EI). Makin besar harga EI, makin
sulit bagi atom untuk melepaskan elektron dan makin berkurang sifat logamnya. Sifat
non logam berhubungan dengan keelektronegatifan, yaitu kecenderungan atom untuk
menarik elektron. Dalam satu periode (dari kiri ke kanan), sifat logam
berkurang sedangkan sifat non logam bertambah. Dalam satu golongan (dari atas
ke bawah), sifat logam bertambah sedangkan sifat non logam berkurang. Unsur
logam terletak pada bagian kiri-bawah dalam sistem periodik unsur, sedangkan
unsur non logam terletak pada bagian kanan-atas. Unsur-unsur yang terletak pada
daerah peralihan antara unsur logam dengan non logam disebut unsur metaloid.
Metalloid adalah unsur yang mempunyai sifat logam dan non logam.
Kereaktifan. Kereaktifan bergantung pada kecenderungan unsur
untuk melepas atau menarik elektron. Dalam satu periode (dari kiri ke kanan),
mula-mula kereaktifan menurun, tapi akan semakin bertambah hingga golongan
alkali tanah (VIIA).
SIFAT UMUM LOGAM
ALKALI TANAH
Sifat
Umum : Be Mg Ca Sr Ba
1.
Nomor Atom : 4
12 20 38 56
2.
Konfigurasi Elektron : [He]
2s2 [Ne] 3s2 [Ar] 4s2 [Kr] 5s2 [Xe] 6s2
3.
Titik Leleh : 1553 923 1111 1041 987
4.
Titik Didih : 3043 1383 1713 1653 1913
5.
Jari-jari Atom (Angstrom): 1.12 1.60 1.97 2.15 2.22
6.
Jari-jari Ion (Angstrom): 0.31 0.65 0.99 1.13 1.35
7.
Energi Ionisasi I (KJ mol-1): 900 740 590 550 500
8.
Energi Ionisasi II (KJ mol-1):
1800 1450 1150 1060 970
9.
Elektronegativitas :
1.57 1.31 1.00
0.95 0.89
10.
Potensial Elektrode (V): -1.85 -2.37 -2.87 -2.89 -2.90
11.
Massa Jenis (g
mL-1): 1.86 1.75 1.55 2.6 3.6
SIFAT UMUM LOGAM ALKALI TANAH
1. berwujud padat Konfigurasi elektronnya menunjukan bahwa
logam alkali tanah mempunyai elektron valensi ns2. Selain jari-jari atomnya
yang lebih kecil dibandingkan logam alkali, kedua elektron valensinya yang
telah berpasangan mengakibatkan energi ionisasi logam alkali tanah lebih tinggi
daripada alkali.
2. Meskipun energi ionisasinya tinggi, tetapi karena energi
hidrasi dari ion M2+ dari alkali tanah lebih besar daripada energi hidrasi ion
M+ dari alkali, mengakibatkan logam alkali tetap mudah melepaskan kedua
elektron valensinya, sehingga lebih stabil sebagai ion M2+.
3. Jari-jari atomnya yang lebih kecil dan muatan intinya
yang lebih besar mengakibatkan logam alkali tanah membentuk kristal dengan
susunan yang lebih rapat, sehingga mempunyai sifat yang lebih keras daripada
logam alkali dan massa
jenisnya lebih tinggi.
4. Berilium mempunyai energi ionisasi yang sangat tinggi
dan keelektronegatifan yang cukup besar, kedua hal ini menyebabkan berilium
dalam berikatan cenderung membentuk ikatan kovalen.
5. Potensial elektrode standar logam alkali tanah
menunjukkan harga yang rendah (negatif). Hal ini menunjukkan bahwa logam alkali
tanah merupakan reduktor yang cukup kuat, bahkan kalsium, stronsium, dan barium
mempunyai daya reduksi yang lebih kuat daripada natrium.
6. Titik didih dan titik leleh logam alkali tanah lebih
tinggi daripada suhu ruangan. Oleh karena itu, unsur-unsur logam alkali tanah
pada suhu ruangan.
3. GOLONGAN ALKALI TANAH
1. Be (Berilium)
Berilium adalah unsur kimia yang mempunyai simbol Be dan
nomor atom 4. Unsur ini beracun, bervalensi 2, berwarna abu-abu baja, kukuh,
ringan tetapi mudah pecah. Berilium adalah logam alkali tanah, yang kegunaan
utamanya adalah sebagai bahan penguat dalam alloy (khususnya, tembaga berilium).
SIFAT-SIFAT
Berilium mempunyai titik lebur tertinggi di kalangan
logam-logam ringan. Modulus kekenyalan berilium kurang lebih 1/3 lebih besar
daripada besi baja. Berilium mempunyai konduktivitas panas yang sangat baik,
tak magnetik dan tahan karat asam nitrat. Berilium juga mudah ditembus sinar-X,
dan neutron dibebaskan apabila ia dihantam oleh partikel alfa, (seperti radium
dan polonium [lebih kurang 30 neutron-neutron/juta partikel alfa]). Pada suhu
dan tekanan ruang, berilium tak teroksidasi apabila terpapar udara
(kemampuannya untuk menggores kaca kemungkinan disebabkan oleh pembentukan
lapisan tipis oksidasi).
KEGUNAAN
• Berilium digunakan sebagai agen aloy di dalam pembuatan
tembaga berilium. (Be dapat menyerap panas yang banyak). Aloy tembaga-berilium
digunakan dalam berbagai kegunaan karena konduktivitas listrik dan
konduktivitas panas, kekuatan tinggi dan kekerasan, sifat yang nonmagnetik, dan
juga tahan karat serta tahan fatig (logam). Kegunaan-kegunaan ini termasuk
pembuatan: mold, elektroda pengelasan bintik, pegas, peralatan elektronik tanpa
bunga api dan penyambung listrik.
• Karena ketegaran, ringan, dan kestabilan dimensi pada
jangkauan suhu yang lebar, Alloy tembaga-berilium digunakan dalam industri
angkasa-antariksa dan pertahanan sebagai bahan penstrukturan ringan dalam
pesawat berkecepatan tinggi, peluru berpandu, kapal terbang dan satelit
komunikasi.
• Kepingan tipis berilium digunakan bersama pemindaian
sinar-X untuk menepis cahaya tampak dan memperbolehkan hanya sinaran X yang
terdeteksi.
• Dalam bidang litografi sinar X, berilium digunakan untuk
pembuatan litar bersepadu mikroskopik.
• Karena penyerapan panas neutron yang rendah, industri
tenaga nuklir menggunakan logam ini dalam reaktor nuklir sebagai pemantul
neutron dan moderator.
• Berilium digunakan dalam pembuatan giroskop, berbagai
alat komputer, pegas jam tangan dan peralatan yang memerlukan keringanan,
ketegaran dan kestabilan dimensi.
• Berilium oksida sangat berguna dalam berbagai kegunaan
yang memerlukan konduktor panas yang baik, dan kekuatan serta kekerasan yang
tinggi, dan juga titik lebur yang tinggi, seterusnya bertindak sebagai
perintang listrik.
• Campuran berilium pernah pada satu ketika dahulu
digunakan dalam lampu floresens, tetapi penggunaan tersebut tak dilanjutkan
lagi karena pekerja yang terpapar terancam bahaya beriliosis.
WAWASAN
Berilium dan garamnya adalah bahan beracun dan berpotensi
sebagai zat karsinogenik. Beriliosis kronik adalah penyakit granulomatus
pulmonari dan sistemik yang disebabkan oleh paparan terhadap berilium. Penyakit
berilium akut dalam bentuk pneumonitis kimia pertama kali dilaporkan di Eropa
pada tahun 1933 dan di Amerika Serikat pada tahun 1943. Kasus beriliosis kronik
pertama kali diperincikan dalam tahun 1946 di kalangan pekerja dalam kilang
penghasilan lampu kalimantan. Beriliosis kronik menyerupai sarkoidisis dalam
berbagai hal, dan diagnosis pembedaan adalah sulit. Walaupun penggunaan
campuran berilium dalam lampu floresens telah dihentikan pada tahun 1949,
kemungkinan pemaparan berilium masih dapat mungkin terjadi di industri nuklir,
penerbangan, pemurnian logam berilium, peleburan Alloy berkandungan berilium,
pembuatan alat elektronik dan pengurusan bahan yang mengandung berilium.
Pengkaji awal mencicipi berilium dan campuran-campurannya
yang lain untuk rasa kemanisan untuk memastikan kehadirannya. Alat penguji
canggih tidak lagi memerlukan prosedur beresiko tinggi ini dan percobaan untuk
memakan bahan ini tidak patut dilakukan. Berilium dan campurannya harus
dikendalikan dengan rapi dan pengawasan harus dijalankan ketika melakukan
kegiatan yang memungkinkan pelepasan debu berilium (kanker paru paru adalah
salah satu dari akibat yanhg dapat ditimbulkan oleh pemaparan berpanjangan
terhadap habuk berilium).
Berilium ini harus dikendalikan dengan hati-hati dan
prosedur tertentu harus dipatuhi. Tidak sepatutnya ada percobaan menggunakan
berilium sebelum prosedur pengendalian yang tepat diperkenalkan dan dibiasakan.
PENGARUH KESEHATAN
Berilium adalah sangat berbahaya jika terhirup. Keefektivannya
tergantung kepada kandungan yang dipaparkan dan jangka waktu pemaparan. Jika
kandungan berilium di udara sangat tinggi (lebih dari 1000 μg/m³), keadaan akut
dapat terjadi. Keadaan ini menyerupai pneumonia dan disebut penyakit berilium
akut. Penetapan udara komunitas dan tempat kerja effektif dalam menghindari
kerusakan paru-paru yang paling akut.
Sebagian orang (1-15%) akan menjadi sensitif terhadap
berilium. Orang-orang ini akan mendapat tindak balas keradangan pada sistem
pernafasan. Keadaan ini disebut penyakit berilium kronik (CBD), dan dapat
terjadi setelah pemamparan bertahun-tahun terhadap tingkat berilium diatas
normal (diatas 0.2 μg/m³). Penyakit ini dapat menyebabkan rasa lemah dan
keletihan, dan juga sasak nafas. CBD dapat menyebabkan anoreksia, penyusutan
berat badan, dan dapat juga menyebabkan pembesaran bagian kanan jantung dan
penyakit jantung dalam kasus-kasus peringkat lanjut. Sebagian orang yang
sensitif kepada berilium mungkin atau mungkin tidak akan mendapat
simptom-simptom ini. Jumlah penduduk pada umumnya jarang mendapat penyakit
berilium akut atau kronik Karena kandungan berilium dalam udara biasanya sangat
rendah (0.00003-0.0002 μg/m³).
Menelan berilium tidak pernah dilaporkan menyebabkan efek
kepada manusia Karena berilium diserap sangat sedikit oleh perut dan usus.
Berilium yang terkena kulit yang mempunyai luka atau terkikis mungkin akan
menyebabkan radang.
United States Department of Health and Human Services
(DHHS) dan International Agency for Research on Cancer (IARC) telah memberi
kepastian bahawa berilium adalah karsinogen. EPA menjangkakan bahawa pemamparan
seumur hidup kepada 0.04 μg/m³ berilium dapat menyebabkan satu perseribu
kemungkinan untuk mengidap kanker.
Tidak terdapat kajian tentang efek pemamparan berilium
terhadap anak-anak. Kemungkinan, pengaruh kesehatan yang dilihat pada
kanak-kanak yang terpapar terhadap berilium sama dengan efeknya terhadap orang
dewasa. Masih belum diketahui perbedaan dalam efek berilium antara orang dewasa
dan kanak-kanak.
Masih belum diketahui juga apakah pemamparan terhadap
berilium dapat menyebabkan kecacatan sejak lahir atau efek-efek lain yang
berlanjutan kepada orang ramai. Kajian terhadap kesan lanjutan terhadap hewan
tidak dapat dipastikan.
Berilium dapat diukur dalam air kencing atau darah.
Kandungan berilium dalam darah atau air kencing dapat memberi petunjuk kepada
berapa banyak atau berapa lama seseorang telah terpapar. Tingkat kandungan
berilium juga dapat diukur dari sampel paru-paru dan kulit. Satu lagi ujian
darah, yaitu beryllium lymphocyte proliferation test (BeLPT), mengukur pasti
kesensitifan terhadap berilium dan memberikan jangkaan terhadap CBD. Batas
Kandungan berilium yang mungkin dilepaskan ke dalam udara dari kawasan
perindustrian adalah 0.01 μg/m³, Dirata-ratakan pada jangka waktu 30 hari, atau
2 μg/m³ dalam ruang kerja dengan shift kerja 8 jam.
KETERANGAN UMUM DASAR
Nama, Lambang, Nomor atom :
Berilium, Be, 4
Deret kimia :
Logam alkali tanah
Golongan, Periode, Blok :
2, 2, s
Penampilan :
Putih-kelabu metalik
Massa atom :
9,012182(3) g/mol
Konfigurasi electron :
1s2 2s2
Jumlah elektron tiap kulit :
2, 2
CIRI-CIRI FISIK
Fase :
padat
Massa jenis (sekitar suhu kamar) :1,85
g/cm³
Massa jenis cair pada titik lebur :1,690
g/cm³
Titik lebur :1560
K (1287 °C, 2349 °F)
Titik didih :2742
K (2469 °C, 4476 °F)
Kalor peleburan :7,895
kJ/mol
Kalor penguapan :297
kJ/mol
Kapasitas kalor :(25
°C) 16,443 J/(mol•K)
Tekanan uap :P/Pa
1 10 100 1k 10k 100k pada T/K 1462 1608 1791 2023 2327 2742
CIRI-CIRI ATOM
Struktur Kristal :
Heksagonal
Bilangan oksidasi :
2 (oksida amfoter)
Elektronegativitas :
1,57 (skala Pauling)
Energi ionisasi 1st : 899,5 kJ/mol
2nd : 1757,1 kJ/mol
3rd : 14848,7 kJ/mol
Jari-jari atom :
105 pm
Jari-jari atom (terhitung) :
112 pm
Jari-jari kovalen :
90 pm
2. Magnesium (Mg)
Magnesium adalah unsur kimia dalam tabel periodik yang
memiliki simbol Mg dan nomor atom 12 serta berat atom 24,31. Magnesium adalah
elemen terbanyak kedelapan yang membentuk 2% berat kulit bumi, serta merupakan
unsur terlarut ketiga terbanyak pada air laut. Logam alkali tanah ini terutama
digunakan sebagai zat campuran (alloy) untuk membuat campuran alumunium-magnesium
yang sering disebut “magnalium” atau “magnelium”.
KETERANGAN UMUM UNSUR
Nama, Lambang, Nomor atom :
magnesium, Mg, 12
Deret kimia :
alkali tanah
Golongan, Periode, Blok :
2, 3, s
Penampilan :
putih keperakan
Massa atom :
24.3050(6) g/mol
Konfigurasi electron :
[Ne] 3s2
Jumlah elektron tiap kulit :
2, 8, 2
CIRI-CIRI FISIK
Fase :
padat
Massa jenis (sekitar suhu kamar) :1.738
g/cm³
Massa jenis cair pada titik lebur :1.584
g/cm³
Titik lebur :
923 K (650 °C, 1202 °F)
Titik didih :1363
K (1090 °C, 1994 °F)
Kalor peleburan :8.48
kJ/mol
Kalor penguapan :128
kJ/mol
Kapasitas kalor :(25
°C) 24.869 J/(mol•K)
Tekanan uap :P/Pa
1 10 100 1k 10k 100k pada T/K 701 773 861 971 1132 1361
CIRI-CIRI ATOM
Struktur Kristal :segi
enam
Bilangan oksidasi :2
(oksida dasar yang kuat)
Elektronegativitas :1.31
(skala Pauling)
Energi ionisasi 1st : 737.7 kJ/mol
2nd : 1450.7 kJ/mol
3rd : 7732.7 kJ/mol
Jari-jari atom :150
pm
Jari-jari atom (terhitung) :145
pm
Jari-jari kovalen :130
pm
Jari-jari Van der Waals :
173 pm
3. Ca (Kalsium)
Kalsium adalah mineral yang amat penting bagi manusia,
antara lain bagi metabolisme tubuh, penghubung antar saraf, kerja jantung, dan
pergerakan otot.
MANFAAT KALSIUM BAGI MANUSIA
:
• Mengaktifkan saraf
• Melancarkan peredaran darah
• Melenturkan otot
• Menormalkan tekanan darah
• Menyeimbangkan tingkat keasaman darah
• Menjaga keseimbangan cairan tubuh
• Mencegah osteoporosis (keropos tulang)
• Mencegah penyakit jantung
• Menurunkan resiko kanker usus
• Mengatasi kram, sakit pinggang, wasir, dan reumatik
• Mengatasi keluhan saat haid dan menopause
• Meminimalkan penyusutan tulang selama hamil dan menyusui
• Membantu mineralisasi gigi dan mencegah pendarahan akar
gigi
• Mengatasi kering dan pecah-pecah pada kulit kaki dan
tangan
• Memulihkan gairah seks yang menurun/melemah
• Mengatasi kencing manis (mengaktifkan pankreas)
WAWASAN
Setelah umur 20 tahun, tubuh manusia akan mulai mengalami
kekurangan kalsium sebanyak 1% per tahun. Dan setelah umur 50 tahun, jumlah
kandungan kalsium dalam tubuh akan menyusut sebanyak 30%. Kehilangan akan
mencapai 50% ketika mencapai umur 70 tahun dan seterusnya mengalami masalah
kekurangan kalsium. Gejala awal kekurangan kalsium adalah seperti lesu, banyak
keringat, gelisah, sesak napas, menurunnya daya tahan tubuh, kurang nafsu
makan, sembelit, berak-berak, insomnia, kram, dsb.
INFORMASI UMUM
Nama, Lambang, Nomor atom :Kalsium,
Ca, 20
Deret kimia :Logam
alkali tanah
Golongan, Periode, Blok :2,
4, s
Penampilan :putih
keperakan
Massa atom :40,078(4)g•mol−1
Konfigurasi electron :[Ar]
4s2
Jumlah elektron tiap kulit :2,
8, 8, 2
SIFAT FISIKA
Fase :Padat
Massa jenis (mendekati suhu kamar) :1,55
g•cm−3
Massa jenis cairan pada titik didih :1,378
g•cm−3
Titik leleh :1115
K (842 °C, 1548 °F)
Titik didih :1757
K (1484 °C, 2703 °F)
Kalor peleburan :8,54
kJ•mol−1
Kalor penguapan :154,7
kJ•mol−1
Kapasitas kalor (25 °C) :25,929
J•mol−1•K−1
Tekanan uap :P/Pa
1 10 100 1 k 10 k 100k pada T/K 864 956 1071 1227 1443 1755
SIFAT ATOM
Struktur kristal :kubik
berpusat muka
Bilangan oksidasi :2
(oksida dasar yang kuat)
Elektronegativitas :1,00
(Skala Pauling)
Energi ionisasi 1st : 589,8 kJ•mol−1
2nd : 1145,4 kJ•mol−1
3rd : 4912,4 kJ•mol−1
Jari-jari atom :180
pm
Jari-jari atom (perhitungan) :194 pm
Jari-jari kovalen :174
pm
4. Sr (Stronsium)
Stronsium adalah suatu unsur kimia dalam tabel periodik
yang memiliki lambang Sr dan nomor atom 38. Sebagai salah satu anggota dari
golongan logam alkali tanah, stronsium adalah unsur perak-putih atau kuning
metalik yang sangat reaktif. Logam ini berubah warna menjadi kuning ketika
berbaur dengan udara dan terjadi pada celestite dan strontianite. 90Sr di
sajikan pada daftar golongan radioaktif dan mempunyai waktu paruh selama 2890
tahun.
KETERANGAN UMUM UNSUR
Nama, Lambang, Nomor atom :Stronsium,
Sr, 38
Deret kimia :Golongan
alkali tanah
Golongan, Periode, Blok :2,
5, s
Penampilan :Perak-putih-metalik
Massa atom :87.62(1)
g/mol
Konfigurasi electron :[Kr]
5s2
Jumlah elektron tiap kulit :2,
8, 18, 8, 2
CIRI-CIRI FISIK
Fase :padat
Massa jenis (sekitar suhu kamar) :2.64
g/cm³
Massa jenis cair pada titik lebur :6.980
g/cm³
Titik lebur :1050
K (777 °C, 1431 °F)
Titik didih :1655
K (1382 °C, 2520 °F)
Kalor peleburan :7.43
kJ/mol
Kalor penguapan :136.9
kJ/mol
Kapasitas kalor :(25
°C) 26.4 J/(mol•K)
Tekanan uap :P/Pa
1 10 100 1k 10k 100k pada T/K 769 882 990 1139 1345 1646
CIRI-CIRI ATOM
Struktur kristal :kubik
berpusat muka
Bilangan oksidasi :2
(oksidasi basa kuat)
Elektronegativitas :0.95
(skala Pauling)
Energi ionisasi 1st : 549.5 kJ/mol
2nd : 1064.2 kJ/mol
3rd : 4138 kJ/mol
Jari-jari atom :200
pm
Jari-jari atom (terhitung) :219
pm
Jari-jari kovalen :192
pm
5. Ba (Barium)
Barium adalah suatu unsur kimia dalam tabel periodik yang
memiliki lambang Ba dan nomor atom 56.
KETERANGAN UMUM UNSUR
Nama, Lambang, Nomor atom :Barium,
Ba, 56
Deret kimia :Logam
alkali tanah
Golongan, Periode, Blok :2,
6, s
Penampilan :Putih
keperakan
Massa atom :137.327(7)
g/mol
Konfigurasi electron :[Xe]
6s2
Jumlah elektron tiap kulit :2,
8, 18, 18, 8, 2
CIRI-CIRI FISIK
Fase :Padat
Massa jenis (sekitar suhu kamar) :3.51
g/cm³
Massa jenis cair pada titik lebur :3.338
g/cm³
Titik lebur :1000
K (727 °C, 1341 °F)
Titik didih :2170
K (1897 °C, 3447 °F)
Kalor peleburan :7.12
kJ/mol
Kalor penguapan :140.3
kJ/mol
Kapasitas kalor :(25
°C) 28.07 J/(mol•K)
Tekanan uap :P/Pa
1 10 100 1k 10k 100k pada T/K 911 1038 1185 1388 1686 2170
CIRI-CIRI ATOM
Struktur kristal :Kubik
berpusat badan
Bilangan oksidasi :2
(oksidasi dasar yang kuat)
Elektronegativitas :0.89
(skala Pauling)
Energi ionisasi 1st : 502.9 kJ/mol
2nd : 965.2 kJ/mol
3rd : 3600 kJ/mol
Jari-jari atom :215
pm
Jari-jari atom (terhitung) :253
pm
Jari-jari kovalen :198
pm
6. Ra (Radium)
Radium adalah sebuah unsur kimia yang mempunyai simbol Ra
dan nomor atom 88 (lihat tabel periodik). Radium berwarna hampir putih bersih,
namun akan teroksidasi jika terekspos kepada udara dan berubah menjadi hitam.
Radium mempunyai tingkat radioaktivitas yang tinggi. Isotopnya yang paling
stabil, Ra-226, mempunyai waktu paruh selama 1602 tahun dan kemudian berubah
menjadi gas radon.
KETERANGAN UMUM UNSUR
Nama, Lambang, Nomor atom :Radium,
Ra, 88
Deret kimia :alkali
tanah
Golongan, Periode, Blok :2,
7, s
Penampilan :metalik
putih keperak-perakan
Massa atom :226
g/mol
Konfigurasi electron :[Rn]
7s2
Jumlah elektron tiap kulit :2,
8, 18, 32, 18, 8, 2
CIRI-CIRI FISIK
Fase :padat
Massa jenis (sekitar suhu kamar) :5,5
g/cm³
Titik lebur :973
K (700 °C, 1292 °F)
Titik didih :2010
K (1737 °C, 3159 °F)
Kalor peleburan :8,5
kJ/mol
Kalor penguapan :113
kJ/mol
Tekanan uap :P/Pa
1 10 100 1k 10k 100k
pada T/K 819
906 1037 1209 1446 1799
CIRI-CIRI ATOM
Struktur kristal :Kubik
berpusat badan
Bilangan oksidasi :2
(oksida basa)
Elektronegativitas :0,9
(skala Pauling)
Energi ionisasi 1st : 509,3 kJ/mol
2nd : 979,0 kJ/mol
Jari-jari atom :215
pm
4. REAKSI-REAKSI LOGAM ALKALI TANAH
a. Reaksi Logam Alkali Tanah dengan Air
Berilium tidak bereaksi dengan air, sedangkan logam
Magnesium bereaksi sangat lambat dan hanya dapat bereaksi dengan air panas.
Logam Kalsium, Stronsium, Barium, dan Radium bereaksi sangat cepat dan dapat
bereaksi dengan air dingin. Contoh reaksi logam alkali tanah dan air
berlangsung sebagai berikut.
Ca(s) + 2H2O(l) → Ca(OH)2(aq) + H2(g)
b. Reaksi Logam Alkali Tanah dengan Oksigen
Dengan pemanasan, Berilium dan Magnesium dapat bereaksi
dengan oksigen. Oksida Berilium dan Magnesium yang terbentuk akan menjadi
lapisan pelindung pada permukaan logam.Barium dapat membentuk senyawa peroksida
(BaO2).
2Mg(s) + O2 (g) → 2MgO(s)
(s) + O2(g) (berlebihan) → BaO2(s)
Pembakaran Magnesium di udara dengan Oksigen terbatas pada
suhu tinggi akan dapat menghasilkan Magnesium Nitrida (Mg3N2).
4Mg(s) + ½ O2(g) + N2 (g) → MgO(s) + Mg3N2(s)
Bila Mg3N2 direaksikan dengan air maka akan didapatkan gas
NH3.
Mg3N2(s) + 6H2O(l) → 3Mg(OH)2(s) + 2NH3(g)
c. Reaksi Logam Alkali Tanah dengan Nitrogen
Logam alkali tanah yang terbakar di udara akan membentuk
senyawa oksida dan senyawa Nitrida dengan demikian Nitrogen yang ada di udara
bereaksi juga dengan Alkali Tanah. Contoh :
3Mg(s) + N2(g) → Mg3N2(s)
d. Reaksi Logam Alkali Tanah dengan Halogen
Semua logam Alkali Tanah bereaksi dengan halogen dengan cepat
membentuk garam Halida, kecuali Berilium. Oleh karena daya polarisasi ion Be2+
terhadap pasangan elektron Halogen kecuali F-, maka BeCl2 berikatan kovalen.
Sedangkan alkali tanah yang lain berikatan ion. Contoh :
Ca(s) + Cl2(g) → CaCl2(s)
Reaksi-Reaksi Logam Alkali Tanah
Reaksi secara umum Keterangan
2M(s) + O2(g) à 2MO(s) Reaksi selain Be dan Mg tak perlu
Pemanasan
M(s) + O2(g) à MO2 (s) Ba mudah, Sr dengan tekanan tinggi,
Be, Mg, dan Ca, tidak terjadi
M(s) + X2(g) à MX2 (s) X: F, Cl, Br, dan I
M(s) + S(s) à MS (s)
M(s) + 2H2O (l) à M(OH)2 (aq) + H2 (g) Be tidak dapat, Mg
perlu pemanasan
3M(s) + N2 (g) à M3N2 (s) Reaksi berlangsung pada suhu
tinggi, Be tidak dapat berlangsung
M(s) + 2H+(aq) à M2+(aq) + H2 (g) Reaksi cepat berlangsung
M(s) + H2 (g) à MH2 (s) Perlu pemanasan, Be dan Mg tidak
dapat berlangsung
5. PROSES EKSTRAKSI LOGAM ALKALI TANAH
Ekstraksi adalah pemisahan suatu unsur dari suatu senyawa.
Logam alkali tanah dapat di ekstraksi dari senyawanya. Untuk mengekstraksinya
kita dapat menggunakan dua cara, yaitu metode reduksi dan metode elektrolisis.
1. Ekstraksi
Berilium (Be)
a. Metode reduksi
Untuk mendapatkan Berilium, bisa didapatkan dengan
mereduksi BeF2. Sebelum mendapatkan BeF2, kita harus memanaskan beril
[Be3Al2(SiO6)3] dengan Na2SiF¬6 hingga 700 0C. Karena beril adalah sumber utama
berilium.
BeF¬2 + Mg à MgF2 + Be
b. Metode Elektrolisis
Untuk mendapatkan berilium, kita juga dapat mengekstraksi
dari lelehan BeCl2 yang telah ditambah NaCl. Karena BeCl¬2 tidak dapat
mengahantarkan listrik dengan baik, sehingga ditambahkan NaCl. Reaksi yang
terjadi adalah :
Katoda : Be2+ + 2e- à Be
Anode : 2Cl- à Cl2 + 2e-
2. Ekstraksi
Magnesium (Mg)
a. Metode Reduksi
Untuk mendapatkan magnesium, kita dapat mengekstraksinya
dari dolomite [MgCa(CO3)2]. Karena dolomite merupakan salah satu sumber yang
dapat menhasilkan magnesium. Dolomite dipanaskan sehingga terbentuk MgO.CaO
lalu MgO.CaO dipanaskan dengan FeSi sehingga menhasilkan Mg.
2[ MgO.CaO] + FeSi à 2Mg + Ca2SiO4 + Fe
b. Metode Elektrolisis
Selain dengan ekstraksi dolomite magnesium juga bisa
didapatkan dengan mereaksikan air alut dengan CaO. Reaksi yang terjadi :
CaO + H2O à Ca2+ + 2OH-
Mg2+ + 2OH- à Mg(OH)2
Selanjutnya Mg(OH)2 direaksikan dengan HCl Untuk membentuk
MgCl2
Mg(OH)2 + 2HCl à MgCl2 + 2H2O
Setelah mendapatkan lelehan MgCl2 kita dapat
mengelektrolisisnya untuk mendapatkan magnesium.
Katode : Mg2+ + 2e- à Mg
Anode : 2Cl- à Cl2 + 2e-
3. Ekstraksi Kalsium
(Ca)
a. Metode Elektrolisis
Batu kapur (CaCO3) adalah sumber utama untuk mendapatkan
kalsium (Ca). Untuk mendapatkan kalsium, kita dapat mereaksikan CaCO3 dengan
HCl agar terbentuk senyawa CaCl2. Reaksi yang terjadi :
CaCO3 + 2HCl à CaCl2 + H2O + CO2
Setelah mendapatkan CaCl2, kita dapat mengelektrolisisnya
agar mendapatkan kalsium (Ca). Reaksi yang terjadi :
Katode : Ca2+ + 2e- à Ca
Anode : 2Cl- à Cl2 + 2e-
b. Metode Reduksi
Logam kalsium (Ca) juga dapat dihasilkan dengan mereduksi
CaO oleh Al atau dengan mereduksi CaCl2¬ oleh Na. Reduksi CaO oleh Al.
6CaO + 2Al à 3 Ca + Ca3Al2O6
Reduksi CaCl2 oleh Na
CaCl2 + 2 Na à Ca + 2NaCl
4. Ekstraksi
Strontium (Sr)
a. Metode Elektrolisis
Untuk mendapatkan Strontium (Sr), kita bisa mendapatkannya
dengan elektrolisis lelehan SrCl2¬. Lelehan SrCl2 bisa didapatkan dari senyawa
selesit [SrSO4]. Karena Senyawa selesit merupakan sumber utama Strontium (Sr).
Reaksi yang terjadi :
katode : Sr2+ +2e- à Sr
anode : 2Cl- à Cl2 + 2e-
5. Ekstraksi Barium (Ba)
a. Metode Elektrolisis
Barit (BaSO4) adalah sumber utama untuk memperoleh Barium
(Ba). Setelah diproses menjadi BaCl2 barium bisa diperoleh dari elektrolisis
lelehan BaCl2. Reaksi yang terjadi :
Katode : Ba2+ +2e- à Ba
Anode : 2Cl- à Cl2 + 2e-
b. Metode Reduksi
Selain dengan elektrolisis, barium bisa kita peroleh dengan
mereduksi BaO oleh Al. Reaksi yang terjadi :
6BaO + 2Al à 3Ba + Ba3Al2O6.
6. KEBERADAAN DI ALAM
Logam alkali tanah memiliki sifat yang reaktif sehingga di alam hanya ditemukan
dalam bentuk senyawanya. Berikut keberadaan senyawa yang mengandung logam
alkali.
1. Berilium. Berilium tidak begitu banyak terdapat di kerak
bumi, bahkan hampir bisa dikatakan tidak ada. Sedangkan di alam berilium dapat
bersenyawa menjadi Mineral beril [Be3Al2(SiO 6)3], dan Krisoberil [Al2BeO4].
2. Magnesium. Magnesium berperingkat nomor 7 terbanyak yang
terdapat di kerak bumi, dengan 1,9% keberadaannya. Di alam magnesium bisa
bersenyawa menjadi Magnesium Klorida [MgCl2], Senyawa Karbonat [MgCO3], Dolomit
[MgCa(CO3)2], dan Senyawa Epsomit [MgSO4.7H2O].
3. Kalsium. Kalsium adalah logam alkali yang paling banyak
terdapat di kerak bumi. Bahkan kalsium menjadi nomor 5 terbanyak yang terdapat
di kerak bumi, dengan 3,4% keberadaanya. Di alam kalsium dapat membentuk
senyawa karbonat [CaCO3], Senyawa Fospat [CaPO4], Senyawa Sulfat [CaSO4],
Senyawa Fourida [CaF].
4. Stronsium. Stronsium berada di kerak bumi dengan jumlah
0,03%. Di alam strontium dapat membuntuk senyawa Mineral Selesit [SrSO4], dan
Strontianit .
5. Barium. Barium berada di kerak bumi sebanyak 0,04%. Di
alam barium dapat membentuk senyawa : Mineral Baritin [BaSO4], dan Mineral Witerit
[BaCO3]
7. APLIKASI LOGAM
ALKALI TANAH
1. Berilium (Be)
a. Berilium digunakan untuk memadukan logam agar lebih
kuat, akan tetapi bermassa lebih ringan. Biasanya paduan ini digunakan pada
kemudi pesawat Jet.
b. Berilium digunakan pada kaca dari sinar X.
c. Berilium digunakan untuk mengontrol reaksi fisi pada
reaktor nuklir.
d. Campuran berilium dan tembaga banyak dipakai pada alat
listrik, maka Berilium sangat penting sebagai komponen televisi.
2. Magnesium (Mg)
a. Magnesium digunakan untuk memberi warna putih terang
pada kembang api dan pada lampu blitz.
b. Senyawa MgO dapat digunakan untuk melapisi tungku,
karena senyawa MgO memiliki titik leleh yang tinggi.
c. Senyawa Mg(OH)2 digunakan dalam pasta gigi untuk
mengurangi asam yang terdapat di mulut dan mencegah terjadinnya kerusakan gigi,
sekaligus sebagai pencegah maag.
d. Mirip dengan Berilium yang membuat campuran logam
semakin kuat dan ringan sehingga bisa digunakan pada alat alat rumah tangga.
3. Kalsium (Ca)
a. Kalsium digunakan pada obat obatan, bubuk pengembang kue
dan plastik.
b. Senyawa CaSO4 digunakan untuk membuat gips yang
berfungsi untuk membalut tulang yang patah.
c. Senyawa CaCO3 biasa digunakan untuk bahan bangunan
seperti komponen semen dan cat tembok. Selain itu digunakan untuk membuat kapur
tulis dan gelas.
d. Kalsium Oksida (CaO) dapat mengikat air pada Etanol
karena bersifat dehidrator, dapat juga mengeringkan gas dan mengikat
Karbondioksida pada cerobong asap.
e. Ca(OH)2 digunakan sebagai pengatur pH air limbah dan
juga sebagai sumber basa yang harganya relatif murah.
f. Kalsium Karbida (CaC2) disaebut juga batu karbit
merupakan bahan untuk pembuatan gas asetilena (C2H2) yang digunakan untuk
pengelasan.
g. Kalsium banyak terdapat pada susu dan ikan teri yang
berfungsi sebagai pembentuk tulang dan gigi.
4. Stronsium (Sr)
a. Stronsium dalam senyawa Sr(NO3)2 memberikan warna merah
apabila digunakan untuk bahan kembang api.
b. Stronsium sebagai senyawa karbonat biasa digunakan dalam
pembuatan kaca televisi berwarna dan komputer.
c. Untuk pengoperasian mercusuar yang mengubah energi panas
menjadi listrik dalam baterai nuklir RTG (Radiisotop Thermoelectric Generator).
5. Barium (Ba)
a. BaSO4 digunakan untuk memeriksa saluran pencernaan
karena mampu menyerap sinar X meskipun beracun.
b. BaSO4 digunakan sebagai pewarna pada plastik karena
memiliki kerapatan yang tinggi dan warna terang.
c. Ba(NO3)2 digunakan untuk memberikan warna hijau pada
kembang api.
ALKALI
TANAH
Unsur-unsur golongan IIA disebut
juga alkali tanah sebab unsur unsur tersebut bersifat basa dan banyak ditemukan
dalam mineral tanah. Logam alkali tanah umumnya reaktif, tetapi kurang reaktif
jika dibandingkan dengan logam alkali.
Unsur–unsur
logam alkali tanah
Berilium Kalsium
Stronsium Barium Magnesium
1.
Kelimpahan Unsur Logam Alkali Tanah
Di alam unsur-unsur alkali tanah
terdapat dalam bentuk senyawa.Magnesium dan kalsium terdapat dalam batuan
silikat dan aluminosilikat sebagai kationiknya. Oleh karena kation-kation dalam
silikat itu larut dalam air dan terbawa oleh air hujan ke laut maka ion-ion
Ca2+ dan Mg2+ banyak ditemukan di laut, terutama pada kulit kerang sebagai
CaCO3. Kulit kerang dan hewan laut lainnya yang mati berakumulasi membentuk
deposit batu kapur. Magnesium dalam air laut bereaksi dengan sedimen kalsium
karbonat menjadi dolomit, CaCO3.MgCO3. Mineral utama berilium adalah beril,
Be3Al2(SiO3)6
Mineral beril, Be3Al2(SiO3)6
mutiara dari jenis aquamarin (biru
terang), dan emerald (hijau tua). Stronsium terdapat dalam celestit, SrSO4, dan
stronsianat, SrCO3. Barium ditemukan dalam barit, BaSO4, dan iterit, BaCO3.
Radium terdapat dalam jumlah kecil pada bijih uranium, sebagai unsur
radioaktif.
2.
Sifat-Sifat Unsur Logam Alkali Tanah
Kalsium, stronsium, barium, dan
radium membentuk senyawa ion bermuatan +2. Magnesium kadang-kadang bersifat
kovalen dan berilium lebih dominan kovalen. Sifat-sifat golongan alkali tanah
ditunjukkan pada Tabel berikut
Magnesium
dengan air dapat bereaksi dalam keadaan panas.
Sifat-Sifat Fisika dan Kimia Unsur-Unsur Golongan Alkali
Tanah
Kekerasan logam alkali tanah
berkurang dari atas ke bawah akibat kekuatan ikatan antaratom menurun. Hal ini
disebabkan jarak antaratom pada logam alkali tanah bertambah panjang. Berilium
merupakan logam berwarna abu dan kekerasannya mirip dengan besi, serta cukup
kuat untuk menggores kaca. Logam alkali tanah yang lain umumnya berwarna perak
dan lebih lunak dari berilium, tetapi lebih keras jika dibandingkan dengan
logam alkali.
Titik leleh dan titik didih logam
alkali menurun dari atas ke bawah dalam sistem periodik. Hal ini disebabkan
oleh jari-jari atom yang bertambah panjang. Energi ionisasi kedua dari
unsur-unsur golongan IIA relatif rendah sehingga mudah membentuk kation +2.
Akibatnya, unsurunsur cukup reaktif. Kereaktifan logam alkali meningkat dari
atas ke
bawah dalam sistem periodik. Pada
suhu kamar, berilium tidak bereaksi dengan air, magnesium bereaksi agak lambat
dengan air, tetapi lebih cepat dengan uap air. Adapun kalsium dan logam alkali
tanah yang di bawahnya bereaksi dengan air pada suhu kamar. Reaksinya:
Ca(OH)2(aq) + H2(g) Ca(s) + 2H2O() ⎯⎯→
Logam alkali tanah bereaksi dengan
oksigen membentuk oksida. Barium dapat membentuk peroksida. Barium peroksida
terbentuk pada suhu rendah dan terurai menjadi oksida pada 700°C. Kalsium,
stronsium, dan barium bereaksi dengan hidrogen membentuk logam hidrida. Adapun
magnesium dapat bereaksi dengan hidrogen pada tekanan tinggi dengan bantuan
katalis MgI2.
CaH2(s) Ca(s) + H2(g) ⎯⎯→
⎯M⎯gI2⎯→MgH2(s)ÄMg(s) + H2(g) ⎯
Semua unsur alkali tanah bereaksi
langsung dengan halogen membentuk halida, dengan nitrogen dapat membentuk
nitrida pada suhu tinggi, misalnya magnesium nitrida:
Mg(s) + N2(g)⎯⎯→Mg3N2(s)
Pembakaran unsur-unsur alkali tanah
atau garamnya dalam nyala bunsen dapat memancarkan spektrum warna khas.
Stronsium berwarna krimson, barium hijau-kuning, dan magnesium putih terang.
Magnesium
jika dibakar akan mengeluarkan cahaya sangat terang.
Nyala
logam alkali tanah
Oleh
karena garam-garam alkali
tanah
menghasilkan nyala beraneka
warna,
sering dipakai sebagai bahan
untuk
membuat kembang api.
3.
Pembuatan dan Kegunaan Unsur Logam Alkali Tanah
Logam-logam alkali tanah diproduksi
melalui proses elektrolisis lelehan garam halida (biasanya klorida) atau
melalui reduksi halida atau oksida. Magnesium diproduksi melalui elektrolisis
lelehan MgCl2. Air laut mengandung sumber ion Mg2+ yang tidak pernah habis.
Rumah tiram yang banyak terdapat di laut mengandung kalsium karbonat sebagai
sumber kalsium. Pembuatan logam magnesium dari air laut telah dikembangkan oleh
berbagai industri kimia seperti ditunjukkan pada gambar berikut
Pembuatan logam magnesium dari air
laut
Jika rumah tiram dipanaskan, CaCO3
terurai membentuk oksida:
⎯→CaO(s) + CO2(g)ÄCaCO3(s)⎯
Penambahan CaO ke dalam air laut
dapat mengendapkan magnesium menjadi hidroksidanya:
Mg(OH)2(s) + Ca2+(aq) Mg2+(aq) + CaO(s) + H2O()⎯⎯→
Selanjutnya, Mg(OH)2 disaring dan
diolah dengan asam klorida menjadi magnesium klorida.
MgCl2(aq) + 2H2O() Mg(OH)2(s) + 2HCl(aq) ⎯⎯→
Setelah kering, garam MgCl2
dilelehkan dan dielektrolisis:
Mg() + Cl2(g) → °MgCl2() ⎯E⎯lek⎯troli⎯sis 1⎯.700⎯
Kulit kerang/tiram merupakan sumber
kalsium.
Magnesium dapat juga diperoleh dari
penguraian magnesit dan dolomit membentuk MgO. Kemudian, direduksi dengan
ferosilikon (paduan besi dan silikon). Logam magnesium banyak digunakan sebagai
paduan dengan aluminium, bertujuan untuk meningkatkan kekerasan dan daya tahan
terhadap korosi. Oleh karena massa
jenis paduan Mg–Al ringan maka paduan tersebut sering digunakan untuk membuat
kerangka pesawat terbang atau beberapa bagian kendaraan. Sejumlah kecil
magnesium digunakan sebagai reduktor untuk membuat logam lain, seperti berilium
dan uranium. Lampu blitz pada kamera analog menggunakan kawat magnesium berisi
gas oksigen menghasilkan kilat cahaya putih ketika logam tersebut terbakar.
2MgO(s) + Cahaya 2Mg(s) + O2(g) ⎯⎯→
Kalsium dibuat melalui elektrolisis
lelehan CaCl2, juga dapat dibuat melalui reduksi CaO oleh aluminium dalam udara
vakum. Kalsium yang dihasilkan dalam bentuk uap sehingga dapat dipisahkan.
⎯→3Ca(g) + Al2O3(s) °3CaO(s) + 2Al() ⎯1⎯.200⎯
Jika logam kalsium dipadukan dengan timbel
akan menghasilkan paduan yang cukup keras, digunakan sebagai elektrode pada
accu. Elektrode ini tahan terhadap elektrolisis air selama proses isi-ulang,
sehingga accu dapat diperbarui. Kalsium juga digunakan sebagai zat pereduksi
dalam pembuatan beberapa logam yang kurang umum, seperti thorium.
⎯→Th(s) + 2CaO(s) °ThO2(s) + 2Ca()⎯1⎯.000⎯
Berilium diperoleh dari elektrolisis
berilium klorida, BeCl2. Natrium klorida ditambahkan untuk meningkatkan daya
hantar listrik lelehan BeCl2. Selain itu, berilium juga dapat dibuat melalui
reduksi garam fluoridanya oleh logam magnesium.
⎯C→MgF2() + Be(s)°BeF2() + Mg()⎯9⎯50
Berilium merupakan logam mahal. Ini
disebabkan manfaatnya tinggi. Jika sejumlah kecil tembaga ditambahkan ke dalam
berilium, akan menghasilkan paduan yang kerasnya sama dengan baja. Adapun,
barium dihasilkan melalui reduksi oksidanya oleh aluminium. Walaupun stronsium
sangat sedikit digunakan secara komersial, stronsium dapat diproduksi melalui
proses yang serupa.
4.
Pembuatan dan Kegunaan Senyawa Alkali Tanah
Senyawa logam alkali tanah dengan
beberapa aplikasinya dalam industri dan rumah tangga dipaparkan dalam Tabel
berikut
Manfaat Senyawa Logam Alkali Tanah
Mineral kalsium karbonat dan kulit
kerang adalah sumberkomersial sangat murah dan melimpah di alam. Jika
dipanaskan hingga 900°C, karbonat terurai melepaskan karbon dioksida dan
menghasilkan kalsium oksida, yang secara komersial dikenal sebagai kapur tohor.
Kapur tohor digunakan pada pembuatan baja. Penambahan zat tersebut ke dalam
lelehan besi yang mengandung silikat akan bereaksi dengan silikat membentuk
ampas yang mengapung pada permukaan lelehan besi. Reaksinya tergolong asam-basa
Lewis:
oksida basa oksida asam ampas
kalsium silikat
Kalsium hidroksida, Ca(OH)2
digunakan sebagai bahan pengisi pada pembuatan kertas, dan untuk membuat gigi
buatan bersama-sama senyawa fluorin. Senyawa CaO dan Ca(OH)2 digunakan untuk
melunakkan air sadah. Jika air sadah yang mengandung Ca(HCO3)2 diolah dengan
Ca(OH)2, semua ion kalsium diendapkan sebagai kalsium karbonat. Ca2+(aq) +
2HCO3(aq) + Ca(OH)2(aq) ⎯⎯→2CaCO3(s)+ 2H2O() Senyawa MgCO3 jika dipanaskan
di atas 1.400°C, akan menjadi MgO yang bersifat agak inert. MgO digunakan untuk
membuat bata tahan api (tungku pirolisis). Jika MgO dibuat pada suhu lebih
sekitar 700°C, akan diperoleh serbuk oksida yang larut dalam asam dan digunakan
sebagai aditif makanan hewan, merupakan sumber ion Mg2+ dalam nutrien. Senyawa
penting dari barium adalah BaSO4. Senyawa ini digunakan pada penggilingan
minyak dalam bentuk bubur, berfungsi sebagai perekat gurdi penggilingan. BaSO4
juga tidak dapat di tembus sinar-X sehingga senyawa ini digunakan untuk
diagnosa sinar-X
Fotografi sinar-X pada usus manusia
menggunakan senyawa BaSO4
Senyawa barium yang larut dalam air
tidak dapat digunakan sebab bersifat racun, tetapi suspensi BaSO4 yang terdapat
sebagai ion barium, racunnya dapat diabaikan.
Daftar Kelarutan Senyawa Alkali
Tanah di Dalam Air